BAROKAH

Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh Al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya.
Saat disantapnya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar.

Dan sang isteri pun marah.

“Kepada siapakah kau marah wahai istriku.?”
Kepada pedagang buahnya kah.?
Kepada pembelinya.?
Kepada petani yang menanamnya.?
Ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu? tanya Syeikh Al-Imam Syaqiq Read the rest of this entry

Kisah Uwais al Qorni

Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji,” pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan. Read the rest of this entry

SALAH SANGKA

Kemudahan yang Allâh SWT berikan kepada manusia, rezeki yang berlimpah, karir yang terus menanjak, keluarga yang harmonis merupakan parameter-parameter yang sering dijadikan sebagai bentuk kemuliaan yang Allâh SWT berikan kepada hamba Nya.

Sebaliknya. Kesempitan rezeki, karir yang menurun, keluarga yang tidak harmonis, merupakan parameter yang sering dijadikan bentuk dicabutnya kemuliaan hamba.

Ternyata kita SALAH SANGKA. Allâh SWT berfirman : Read the rest of this entry

Perlakukan Anak dengan Baik

Pesan Ibu Elly Risman
Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional

Inilah pesan Ibu Elly Risman untuk para Orangtua :

Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ?

Beranikah Anda membentaknya sekali saja ?
Pasti enggak, kan ?

Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah. Read the rest of this entry

Diantara Kemampuan Intelektual dan Akademik Al-‘Allamah Taqiyuddin an Nabhani

Copas status fb ustadz Irfan Abu Naveed:

Diantara Kemampuan Intelektual dan Akademik Al-‘Allamah al-Qadhi Taqiyuddin al-Nabhani -rahimahullah- (w. 1977), bi fadhliLlahi Ta’ala, yang sudah semestinya memotivasi para syabab:

• Syaikh Taqiyuddin telah dikaruniai hapalan Eidetic yang membuat beliau bisa mengingat kembali semua yang beliau inginkan, dengan sekali membaca buku. Read the rest of this entry

BERSIH TAK BERSISA

Dalam sebuah pembicaraan dalam perjalanan pulang, teman saya menceritakan perihal ada beberapa individu yang setelah berhenti dari pembinaan (tatsqif) dan aktivitas dakwah tak tersisa sedikit pun tanda bahwa dulu ia pernah dibina dan berdakwah. Aktivitas nya jauh berbeda, mulai dari tampilan, pergaulan dan perkataan sangat tidak mencerminkan sebagai orang yang pernah terbina. Tsaqafah yang dulu diajarkan tampak bersih tak bersisa. Kenapa ini bisa terjadi? Saya pun hanya diam karena tidak tahu jawabannya. Wallahua’lam.

Hingga saya membaca firman Allâh SWT berikut ini :

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).” (QS. Al-An’am : 46) Read the rest of this entry

KHILAFAH : SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM SOLUSI UNTUK DEMOKRASI YANG KUFUR DAN BERBAHAYA*

KH. M. Shiddiq al-Jawi

Pendahuluan

Demokrasi, harus diakui merupakan sistem pemerintahan yang paling banyak dianut di dunia. Sejak Perang Dunia II hampir seluruh negara di dunia mengadopsi sistem demokrasi. Riset UNESCO tahun 1949 menyimpulkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, demokrasi diklaim sebagai sistem paling ideal dari semua sistem politik dan sosial yang ada. (Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, hal. 50).

Namun demokrasi tetap patut dicurigai. Karena dalam Islam ada suatu keyakinan bahwa yang dianut orang banyak itu belum tentu benar, bahkan dapat menyesatkan. Firman Allah SWT (artinya) : “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS Al-An’aam : 116). Read the rest of this entry

SAAT AJAL YANG PASTI ITU TIBA

KH Hafidz Abdurrahman

Hidup adalah rangkaian waktu. Waktu demi waktu terangkai menjadi satu, diberikan kepada setiap manusia sebagai ajal. Iya, itulah tenggat waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita. Karena itu, setiap umat, kaum dan manusia mempunyai ajal, tenggat waktu. Ketika tenggat waktu yang diberikan telah berakhir, maka tak satupun yang bisa meminta ditangguhkan. Begitu juga ketika tenggat waktu itu belum tiba, maka ia pun tak bisa diajukan, meski hanya sesaat. Itulah ajal manusia.

Allah berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ

“Setiap umat mempunyai ajal [tenggat waktu]. Ketika tiba ajal mereka, maka mereka tidak bisa meminta ditangguhkan meski hanya sesaat. Juga tidak bisa minta diajukan.” [Q.s. al-A’raf: 34]

Karena itu, tanpa terasa, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun berlalu, saat usia kita bertambah, sesungguhnya ajal [tenggat waktu] kita semakin dekat. Karena terus berkurang demi detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Rangkaian waktu yang telah kita lalui, meski hanya setahun, sebulan, seminggu, sehari, sejam, semenit bahkan sedetik tak akan bisa ditarik kembali. Jika semuanya itu telah pergi, maka umur kita bertambah, tetapi ajal [tenggat waktu] kita semakin dekat. Read the rest of this entry

Gubernur kafir bolehkah?

Oleh: KH Hafidz Abdurrahman
Masalah gubenur non-Muslim yang mencuat akhir-akhir ini telah memasuki wilayah krusial, karena melibatkan dalil dan pandangan ulama’. Tidak hanya sekedar logika tegas, tidak tegas, atau bersih dan korup. Karena itu, harus dikaji dan dianalisis dengan mendalam, baik tentang dalil maupun pandangan ulama’ yang digunakan untuk menjustifikasi sikap tersebut. Read the rest of this entry

KEBERKAHAN SHALAWAT UNTUK NABI SAW.

KH. Hafidz Abdurrahman

Jika Allah SWT dan para malaikat saja bershalawat untuk Nabi saw. [Q.s. al-Ahzab: 56], untuk menghormati, memuliakan dan mengagungkan manusia mulia, baginda Nabi Muhammad saw. lalu siapa kita, jika kita bershalawat untuknya pun terasa berat? Karena itu, Allah perintahkan kepada kita, agar kita bershalawat untuknya, “Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuknya, dan ucapkanlah salam pernghormatan kepadanya.” [Q.s. al-Ahzab: 56].

Andai saja kita tahu keberkahan shalawat untuk Nabi saw., pasti kita tak akan pernah melewatkannya. Bagaimana tidak? Ketika para malaikat, para Nabi, para kekasih Allah, orang yang benar dan salah, yang menderita dan bahagia, saat Hari Kiamat kelak, semuanya berkata, “Demi kehormatan dan kemuliaan Muhammad, selamatkan hamba ya Allah dari adzab-Mu!” dan tak seorang pun di antara mereka yang bershalawat untuk Nabi, kecuali hajatnya dipenuhi oleh Allah [al-Hafidz Ibn al-Jauzi, Bustan al-Wa’idhin, hal. 405]. Read the rest of this entry